Kesalahan Orang Tua dalam Mengatur Keuangan Keluarga

Kesalahan Orang Tua dalam Mengatur Keuangan Keluarga

Kesalahan Orang Tua dalam Mengatur Keuangan Keluarga – Merencanakan dan mengatur keuangan dalam rumah tangga harus sesuai dan diperhitungkan dengan berbagai kebutuhan dan pengeluaran. Tidak mudah memang untuk mengatur dan mengelola keuangan dalam rumah tangga, namun mau tidak mau keuangan keluarga harus dikelola dengan sebaik mungkin agar dapat menjalani kehidupan besok hari.

Sebagai orang tua, anda sudah seharusnya mengelola keuangan keluarga dengan baik. Apalagi kalau anda memiliki anak kecil yang masih harus dipenuhi segala kebutuhannya setiap hari, jadikanlah berbagai kesalahan dalam mengatur keuangan yang pernah dialami menjadi pengalaman yang sangat berharga untuk mengevaluasinya menjadi tata cara mengelola yang semakin baik lagi.

Berikut ini adalah beberapa Kesalahan Orang Tua dalam Mengatur Keuangan Keluarga yang sangat sering dialami oleh orang tua yang baru belajar untuk mengelola keuangan :

1. Kurang Diskusi

Sebagai orang tua, anda harus mendiskusikan segala macam hal dengan pasangan anda agar dapat saling membantu mengevaluasi. Kebanyakan seorang istri adalah akuntan yang baik, tanpa perlu belajar di bangku kuliah mereka sudah memiliki jiwa seorang akuntan yang pintar dalam mengelola keuangan dengan sangat sempurna. Maka dari itu anda sudah seharusnya berdiskusi untuk menentukan jalan yang benar dalam mengelola keuangan agar tidak salah dan tidak keliru dalam melangkah.

2. Terlalu Sering Liburan Mahal

Berlibur memang sangat diperlukan bagi setiap keluarga, terutama untuk menghilangkan penat dan stres setelah sepekan lelah bekerja dan menghabiskan waktu di kantor. Namun, kebiasaan berlibur di luar rumah bisa menjadi pemicu hancurnya keuangan keluarga. Hal ini disebabkan karena tidak sedikit modal yang diperlukan untuk berlibur di luar rumah, selain ongkos yang mahal juga pasti akan belanja dan makan dengan biaya yang cukup mahal.

3. Kurang Perhitungan

Memanjakan anak dengan berbagai barang keinginannya adalah hal yang terlalu berlebihan, mencintai anak tidak harus dengan membelikan semua yang diinginkan. Anda harus memiliki anggaran untuk membelikan barang yang disukai anak, apabila anggaran tersebut sudah habis, jangan sekali-kali menggunakan anggaran dari sektor lain untuk membelikannya mainan.

4. Jangan Membuat Alasan

Keberadaan dana darurat dalam mengelola keuangan adalah wajib, dana darurat digunakan ketika terjadi suatu hal yang tidak diinginkan yang membutuhkan dana cepat. Namun terkadang banyak yang menyalahartikan dan membuat alasan, “tenang, masih ada dana darurat!” nah pernyataan seperti itu lambat laun akan menghancurkan pengelolaan keuangan yang sudah tersusun sangat rapi dan baik.

5. Gaya Hidup Berkelas

Kebiasaan bergaya hidup mahal dan berkelas sudah seharusnya dibuang jauh-jauh setelah anda memiliki keluarga, terutama lagi ketika anda sudah memiliki anak. Gaya hidup mewah ini akan merusak keuangan keluarga anda, berusahalah hidup semakin sederhana ketika anda berkeluarga karena yang butuh hidup tidak hanya anda melainkan ada pasangan dan anak buah cinta kalian.

6. Tidak Menabung

Menabung harus dibiasakan sejak kecil, apabila anda menerima pendapatan atau gaji usahakanlah sisihkan sedikit untuk masuk tabungan karena hal ini sangat bermanfaat dimasa akan datang.

Related posts