Perbedaan Nafkah Dan Uang Belanja

Perbedaan Nafkah Dan Uang Belanja

Perbedaan Nafkah Dan Uang Belanja – Dalam menjalani kehidupan berumahtangga, suami dan istri sudah seharusnya bersifat terbuka dalam hal apapun termasuk juga masalah keuangan. Istri memiliki hak untuk bertanya tentang keuangan rumah tangga dan sebaiknya memang yang menjadi bendahara dalam rumah tangga adalah seorang istri. Apakah anda sudah tahu tentang Perbedaan Nafkah Dan Uang Belanja ?

Sudah menjadi kewajiban seorang suami untuk memberi nafkah kepada istrinya, namun banyak yang belum tahu bahwa nafkah bukanlah uang belanja bulanan yang diberikan suami kepada istrinya, melainkan uang yang diberikan suami khusus dipakai untuk kepentingan istri. Nafkah berbeda dengan uang belanja, nafkah lebih cenderung digunakan untuk keperluan pribadi istri seperti untuk berbelanja fashionnya, kebutuhan kosmetik, jalan-jalan, hangout bersama teman-temannya. Sedangkan uang bulanan atau uang belanja adalah uang yang diberikan suami kepada istri untuk keperluan keluarga, termasuk keperluan anak-anak.

Walaupun kondisi istri juga bekerja dan mendapat gaji bulanan juga dari kantor, istri tetap berhak menerima nafkah dari suaminya. Karena pendapatan istri dari gaji kantor bulanan adalah sepenuhnya hak istri dan dipakai khusus untuk keperluan dan kebutuhan pribadi, tergantung juga bagaimana kebijakan istri untuk mengaturnya.

Istri merupakan bendahara terbaik dalam keluarga, walaupun dia bukan lulusan dari fakultas ekonomi atau tidak bekerja sebagai akuntan namun keahliannya dalam mengelola keuangan keluarga sangatlah baik. Istri harus bisa memperhitungkan pendapatan dan pengeluaran sampai suami gajian kembali, sehingga keuangan dalam keluarga terkeloladengan baik.

Apabila istri sudah mengetahui tentang perbedaan antara nafkah dan uang belanja, lantas istri jangan semena-mena terhadap suami. Anda harus melihat situasi dan kondisi keuangan suami, apabila anda rasa suami memiliki gaji yang lumayan besar bisa saja anda meminta nafkah dan uang bulanan dipisah dan tidak dicampur aduk. Namun berbeda halnya apabila gaji suami pas-pasan, istri harus memaklumi kondisi keuangan suami yang hanya cukup untuk memberikan uang bulanan saja.

Maka dari itu, suami dan istri harus saling terbuka dalam kondisi apapun. Baik kondisi lapang, maupun sedang berada dalam kondisi yang sempit atau sedang kesulitan. Menjadi istri yang baik tidaklah mudah, memang banyak sekali godaan dan keperluan pribadi yang harus dipenuhi. Akan tetapi, bersabarlah dan tetap memotivasi dan memberi semangat untuk suami anda agar lebih giat dan rajin bekerja lagi.

Related posts